Diskusi Pilkada di Era Pandemi, IISBUD SAREA Gelar Webinar Nasional Bersama Bawaslu dan Pengamat Politik

Hari ini Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Samawa Rea (IISBUD SAREA) menggelar diskusi bersama lewat Webinar Nasional di bidang politik. Kegiatan yang masih masuk dalam rangkaian acara Dies Natalis Ke-6 IISBUD SAREA ini mengangkat tema “Peran Civitas Akademika dalam Menghadapi Pilkada Langsung di Tengah Pandemi Covid-19”.

Acara diskusi diisi oleh Syamsihidayat, S.IP selaku ketua bawaslu kabupaten Sumbawa bersama dengan Irhamna, S.IP., M.I.P seorang Pengamat Politik yang juga Alumni Ilmu Politik Universitas Indonesia. Wakil Rektor III IISBUD SAREA, Joni Firmansyah S.IP., M.I.P yang juga praktisi di bidang politik menjadi moderator dalam webinar. Berlangsung selama dua jam, diskusi yang membahas regulasi dan mekanisme pilkada yang akan dilakukan secara langsung di masa pandemi nanti, berjalan kondusif. Peserta tidak hanya berasal dari Pulau Sumbawa. Sebagain dari mereka juga turut serta memberikan gagasan dan argument yang sejalan dengan tema.


Dalam pemaparannya, Syamsihidayat menurutkan bahwa bawaslu dan kpu akan bersinergi mengawal jalannya kegiatan politik berdasarkan UU dan juga protokol kesehatan covid-19. “kita bergerak berdasarkan aturan yang sudah disepakati, sehingga masyarakat nantinya tetap bisa menyalurkan hak suara mereka dengan aman dalam segi apapun”.
Sedangkan Irhamna melihat kondisi ini berdasarkan riset wilayah dan peserta pilkada yang telah terdampak pandemi. Irhamna mengatakan bahwa akademika harus melihat ini sebagai sebuah kondisi yang memerlukan sinergi yang aktif sehingga bisa lahir kebijakan politik baru yang lebih baik”


Selain peserta yang mengikuti webinar melalui aplikasi Zoom, tayangan ini juga tetap bisa disaksikan dalam kanal Youtube LRPM IISBUD SAREA (Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat). Melalui acara ini diharapkan mampu membangkitkan kesadaran politik semua pihak untuk memandang pilkada sebagai media untuk menyalurkan aspirasi politik dengan cara yang baik serta tidak menyalahi aturan.