SUMBAWA BESAR, SR (24/1/2019)

Institut Ilmu Sosial dan Budaya (IISBUD) Samawa Rea (SAREA) kini memiliki nakhoda baru. Hal ini setelah dilakukan serah terima jabatan Rektor perguruan tinggi yang bernaung di bawah Yayasan Dea Mas ini, Rabu (23/1) malam. Miftahul Arzak, S.Ikom., MA resmi dilantik sebagai Rektor IISBUD Samawa Rea menggantikan Ahmad Yamin SH., MH. Pelantikan ini sekaligus mencatat sejarah, karena Miftah—sapaan akrabnya, menjadi Rektor termuda di Indonesia dalam usia 28 tahun.  Acara yang berlangsung di Aula Kantor IISBUD Sarea ini dihadiri Pembina Yayasan Dea Mas sekaligus Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE., M.Sc. Selain itu juga turut serta Senat IISBUD, jajaran Dosen serta tamu undangan dari berbagai Kampus maupun para pejabat lingkup Pemprov NTB.

Untuk diketahui sebelum diangkat menjadi Rektor, Miftah aktif sebagai dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Teknologi Sumbawa (UTS). Selain itu, dia juga pernah menjabat sebagai Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi UTS dan Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi UTS. Dalam kesehariannya Miftah lebih dikenal sebagai salah satu peneliti sosial di Sumbawa. Tokoh muda beberapa kali menjadi Ketua Pelaksana Survei Olat Maras Institute (OMI) yang ketika itu melakukan survei Elektabilitas Gubernur dan Wakil Gubernur NTB medio Februari–April 2018. Selain itu, Miftah juga dikenal sebagai Direktur MY Institute, yaitu lembaga survei dan penelitian yang aktif mengkaji permasalahan sosial di Kabupaten Sumbawa, salah satunya menilai Kinerja Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa sejak tahun 2017 sampai sekarang. “IISBUD saat ini telah memiliki 1 Program Studi yang terakreditasi, 4 yang akan divisitasi, dan 2 yang dipersiapkan pada Februari mendatang,” ungkap Ahmad Yamin SH MH–Rektor IISBUD sebelumnya, yang kini akan fokus untuk melanjutkan studi doktoralnya.

Sementara itu Pembina Yayasan Dea Mas, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE M.Sc mengatakan serah terima jabatan Rektor ini bertujuan untuk penyegaran organisasi. Selain itu, untuk mempersiapkan IISBUD Sarea menjadi salah satu lembaga pendidikan yang dapat berkontribusi lebih terkait dengan kajian sosial dan budaya di Sumbawa. Ia berharap kepada Miftah selaku Rektor baru mampu menjadi nahkoda bagi IISBUD Sarea. Doktor Zul memberikan target dalam kurun waktu satu tahun IISBUD Sarea harus memberikan warna baru bagi dunia akademik di Indonesia.

Miftahul Arzak selaku Rektor IISBUD Sarea yang baru menyatakan siap melanjutkan tongkat estafet dari Rektor sebelumnya. Ia juga siap mengemban harapan Pembina Yayasan Dea Mas menjadikan IIISBUD Sarea salah satu kampus yang diperhitungkan di dunia akademik Indonesia. Mengingat pengalamanya di bidang penelitian, Ia ingin IISBUD Sarea unggul di bidang tersebut, di samping peningkatkan universitas, dosen dan mahasiswa dalam satu tahun ke depan. Miftah mengakui jika usianya masih sangat muda dan pada Tahun 2019 ini genap 28 tahun. Usia belia ini bukan menjadi permasalahan baginya dalam memimpin sebuah kampus. Ini mungkin menjadi pertimbangan Doktor Zul selaku Pembina Yayasan yang memberikan kepercayaan kepadanya dengan keyakinan bahwa dengan semangat muda IISBUD akan berkembang pesat di antara kampus-kampus Sosial yang ada di Indonesia. (SR)