MALAYSIA, SR (2/5/2019)

Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Institut Ilmu Sosial dan Budaya Samawa Rea (IISBUD Sarea) mencatat sejarah baru. Pada momen tersebut Kampus yang berada di bawah naungan Yayasan Dea Mas ini berhasil membangun kerjasama dengan Universitas di Malaysia. Miftahul Arzak, S. Ikom., MA selaku Rektor IISBUD sengaja berkunjung ke negeri jiran tersebut untuk memburu kerjasama. Salah satu sasarannya adalah Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia. Kerjasama di bidang pendidikan ini kongkritnya di antaranya mengirim beberapa dosen IISBUD untuk kuliah di UPSI. Kerjasama lainnya adalah mengembangkan pilot project terkait Kurikulum, di samping bidang riset dan konferensi internasional.

Didampingi Adi Pranajaya–Sutrada Asal Sumbawa, Mifta—akrab Rektor muda ini disapa, bertemu dengan Prof. Sahandi Ghani Timbalan Naib (Conselor Akademik dan Antar Bangsa), Prof Zaharul (Pengarah IMC Fakulti Muzik dan Seni Persembahan), Dr Fazil Timbala (Dekan Akademik dan Internasional Fakulti Muzik dan Seni Persembahan), serta beberapa pengajar di UPSI. “Pada awalnya konsep kerjasama kami antara Fakultas Ilmu Budaya IISBUD yang di dalamnya terdapat Program Studi Seni Musik, Seni Tari, Sastra Indonesia dan Ilmu Sejarah, dengan Fakulti Seni Musik dan Persembahan di sana, namun kerjasama kami perluas setelah berdiskusi dengan pimpinan UPSI dengan mengirim beberapa dosen di luar Prodi tersebut,” jelas Mifta yang sudah dua hari berada di Malaysia.


Untuk diketahui, Institut Ilmu Sosial dan Budaya Samawa memiliki 3 Fakultas. Fakultas Hukum yang memiliki Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Ilmu Sosial memiliki Program Studi Ilmu Pemerintahan dan Program Studi Sosiologi, serta Fakultas Ilmu Budaya yang di dalamnya terdapat Program Studi Sastra Indonesia, Program Studi Ilmu Sejarah, Program Studi Seni Musik dan Program Studi Seni Tari.

Dalam penerimaannya, Prof. Sahandi Ghani Timbalan Naib Conselor Akademik dan Antar Bangsa (Wakil Rektor) menyampaikan bahwa kerjasama ini harus segera dimulai. “Kita harus mempermudah kerjasana antara universitas dan negara. Saat ini kita akan lakukan dengam IISBUD, bahkan kita coba konsepkan pertukaran dosen dan pelajar antar dua kampus ini,” ungkap Prof Sahandi.

Tawaran itu langsung disambut antusias oleh Rektor IISBUD, Miftahul Arzak. “Tahun ini kami targetkan mengirim dosen ke UPSI, tidak hanya untuk melanjutkan studi, melainkan juga terkait kerjasama konferensi dan menyiapkan tim untuk Pilot Project Kurikum,” demikian Mifta. (SR)